Masih ingat belajar melipat menggunakan kertas lipat waktu TK dulu? Gambar-gambar di bawah ini sepertinya mustahil untuk dikerjakan oleh anak TK, SD, SMP, SMA, bahkan mahasiswa sekalipun. Penasaran?
1. Origami berbentuk anjing ini didesain dan dilipat oleh artis asal perancis bernama Eric Joisel. Kertas yang digunakan adalah selembar Canson fine art paper berbentuk persegi. Pada pembuatannya Joisel menggunakan teknik "wet-folded" yang merupakan teknik yang ditemukan oleh master origami asal jepang Akira Yoshizawa.
2. Pada tahun 2004, Eric Joisel membuat burnt-orange goldfish ini menggunakan selembar square-shaped blend of washi, yang merupakan jenis kertas yang dibuat di Jepang dari serat kulit kayu alami dan sandwich foil.
3. Dwarf violinist ini dibuat oleh Eric Joisel, yang merupakan bentuk kekagumannya terhadap J.R.R. Tolkien. Kertas yang digunakan adalah campuran antara sandwich paper and foil.
4. Eric joisel membuat origami ini setelah terinspirasi oleh karakter fiksi, pohon yang menyerupai manusia, yang terdapat di dalam The Lord of the Rings. Kertas yang digunakan adalah campuran antara sandwich paper and foil.
5. Dikenal sebagai salah satu pelopor dari perkawinan cross-disciplinary antara origami dan matematika, seniman Robert J. Lang membuat arthropod ini menggunakan selembar uncut square of Origamido paper.
6. Robert J. Lang menciptakan origami gajah ini, yang ditampilkan dalam bukunya The Complete Book of Origami, menggunakan one uncut square of kami paper.
7. Robert J. Lang menciptakan model origami ini karena terinspirasi oleh Tyrannosaurus Rex milik almarhum Issei Yoshino. Kertas yang digunakan 16 uncut squares of Wyndstone Marble (a.k.a. Elephant Hide) paper.
8. Origami ini adalah karya artis asal jepang Tomohiro Tachi, yang ditampilkan dalam Siggraph 2007 Teapot Exhibition. Kertas yang digunakan one piece of square paper.
9. Tomohiro Tachi mendesain origami berbentuk daun murbei ini, menggunakan Origamizer, sebuah 3D origami design software yang menghasilkan pola-pola lipatan tertentu. Software ini juga merupakan hasil karyanya.
10. Origami artist John Montroll, yang merupakan penemu Dog Base and Insect Base folding techniques, mengembangkan desain unta ini pada tahu 1980-an, yang kemudian pelipatannya dilakukan oleh seniman Jerman Sebastian Kirsch dari 30 cm persegi foil-backed mulberry paper.